Sore ini duduk-ku dalam lamunan
Memandang birunya langit bersemat awan
Mengagumi keindahan alam karya Maha Pencipta
Dalam hati yang sedang Gundah Gulana
Tuhan ku berlari menuju peluk-Mu
Menyerah pada hidup.
Turuti Kata Hati.
Dalam Sepi.
Seberapa kuatkah sinar lilin?
Seberapa jauhkah bintang di langit?
.
Sepertinya..
Tak mungkin lilin menjadi matahari!
Tak mungkin burung memeluk bintang!
Ikhlasku. Hidupku,
Tuhan! Peluk-Mu dalam mimpiku.
ciputat, 3 januari 2012
Monday, January 2, 2012
Tuesday, January 18, 2011
Fatwa Pujangga (Said Effendi)
Kan kusimpan suratmu yang itu
Bak pusaka yang sangat bermutu
Walau kita tak pernah bersua, sayang
Cukup sudah tandamu setia
Tapi sayang sayang sayang
S'ribu kali sayang
Kemanakah risalahku ku alamatkan
Terimalah jawabanku ini
Hanyalah doa restu Illahi
Mogalah dik kau tak putus asa, sayang
Moga kelak kita kan berjumpa
Tlah kuterima suratmu yang lalu
Penuh sanjungan kata merayu
Syair dan pantun tersusun indah, sayang
Bagaikan sabda fatwa pujangga
Tapi sayang sayang sayang
S'ribu kali sayang
Kemanakah risalahku ku alamatkan
Terimalah jawabanku ini
Hanyalah doa restu Illahi
Mogalah dik kau tak putus asa, sayang
Moga kelak kita kan berjumpa
Bak pusaka yang sangat bermutu
Walau kita tak pernah bersua, sayang
Cukup sudah tandamu setia
Tapi sayang sayang sayang
S'ribu kali sayang
Kemanakah risalahku ku alamatkan
Terimalah jawabanku ini
Hanyalah doa restu Illahi
Mogalah dik kau tak putus asa, sayang
Moga kelak kita kan berjumpa
Tlah kuterima suratmu yang lalu
Penuh sanjungan kata merayu
Syair dan pantun tersusun indah, sayang
Bagaikan sabda fatwa pujangga
Tapi sayang sayang sayang
S'ribu kali sayang
Kemanakah risalahku ku alamatkan
Terimalah jawabanku ini
Hanyalah doa restu Illahi
Mogalah dik kau tak putus asa, sayang
Moga kelak kita kan berjumpa
Labels:
puisi kawan
Subscribe to:
Posts (Atom)
