Tuesday, January 22, 2008

titik titik air

tergoda gambar sampul mie instant
aku makan racun itu
dengan penuh hawa nafsu
sambil ditemani sebotol sauce
yang juga racun ternyata.
setelah itu kuhisap asap
yang sedari dulu kutahu
bahwa itu racun!

kembali ku berjalan
di antara mimpi mimpi yang mengambang
menatap ribuan hektar tanah kosong
menganggur
di tengah kota sesak yang hampir rusak
tanah-tanah itu kembali menatap
pada seseorang yang juga menganggur
tatapannya sombong dengan plang nama PP
hanya plang, tapi kutahu pasti dia menganggur
tanpa tanaman, tanpa tumbuhan
hanya kegersangan.

memang kadang hidup itu bangsat!
prangg!
darah segar mengalir di sela-sela tanganku
ketika kuhantam kaca itu
kucoba meyakinkan diri
bahwa ini bukan darah
ini hanya air mata.

Monday, January 21, 2008

Berapakah Harga Dirimu?

kau lahir di malam minggu
tepat ketika ibu berteriak akhhh!
memandang darah di sekujur tubuh
diantara sejuta kebingungan
jadi apa kau nanti!

kau besar di tanah tandus
diantara jutaan monster rakus
yang hidup
dari darah dan keringat orang.

kau dewasa digenggaman petaka
hingga akhir kau berusaha
menutup mata dan menutup hati

kau jatuh cinta pada seorang medusa
berambut ular dan berhati batu
hingga akhir kau ragu
apakah cinta itu?

kau sadar pada akhirnya
semua hanyalah masalah harga
harga nyawa, harga perut, harga hati
harga hari.

hingga akhir semua harga telah ditentukan
kau bingung, bertanya pada satu harga
berapa harga dirimu!

pandi merdeka nurdiansyah.
ciputat 21 Januari 2008