Showing posts with label puisi kawan. Show all posts
Showing posts with label puisi kawan. Show all posts

Tuesday, January 18, 2011

Fatwa Pujangga (Said Effendi)

Kan kusimpan suratmu yang itu
Bak pusaka yang sangat bermutu
Walau kita tak pernah bersua, sayang
Cukup sudah tandamu setia

Tapi sayang sayang sayang
S'ribu kali sayang
Kemanakah risalahku ku alamatkan
Terimalah jawabanku ini
Hanyalah doa restu Illahi
Mogalah dik kau tak putus asa, sayang
Moga kelak kita kan berjumpa

Tlah kuterima suratmu yang lalu
Penuh sanjungan kata merayu
Syair dan pantun tersusun indah, sayang
Bagaikan sabda fatwa pujangga


Tapi sayang sayang sayang
S'ribu kali sayang
Kemanakah risalahku ku alamatkan
Terimalah jawabanku ini
Hanyalah doa restu Illahi
Mogalah dik kau tak putus asa, sayang
Moga kelak kita kan berjumpa

Saturday, April 26, 2008

Satu Waktu hal yang paling kubutuhkan

Anda pernah berbalas puisi melalui email.. ada puisi menarik dari teman.

Ketika kau katakan
yang kau butuhkan
hanyalah segelas kopi, sebatang rokok dan sebuah buku.
untuk mengisi waktu senggangmu.
aku katakan kau begitu naif.

entah apa yang ada dalam pikiranmu
setelah kukatakan keinginanku.
tapi aku rasa
aku realistis
yang aku butuhkan
hanyalah
sepasang payudara dan sebuah vagina.

f.sal******@yahoo.com

Saturday, March 8, 2008

tak pernah terbuka

tak pernah terbuka
tapi kau percaya?

percaya pada sesuatu yang belum pernah kau lihat
percaya pada sesuatu yang belum pernah terbukti
percaya pada sesuatu yang belum pernah tampak
pada sesuatu yang tertutup

apakah cukup bagi mata untuk percaya pada telinga?

salam
ubet

balasan dianya DIA

Re: dianya DIA

dianya DIA
ada di ujung makna
yang tak pernah terbuka !

Indah Survyana

balasan dianya DIA

tanda seru?

kebanyakan ras dari kita
ketika menyebut Dia
tidak akan pernah berani untuk gegabah

sebutan termanis selalu keharusan
menjadi panggilan yang menggelora

sebab Dia mewujud satu
dalam bahasa yang tunggal

tetapi aku akan sangat merasa berdosa
durhaka
dan terlalu bodoh dalam pelajaran
merasa hidup menjadi sia-sia
percuma
ketika aku hanya sanggup untuk menyebut
Dia dalam pengertianku
tanda seru?

ubet

balasan dianya DIA

DIA

Dia, siapa, mas?
-kayaknya semua dari kita mempunyai Dia

Dia yang berbeda
Dia yang tidak sama
Dia yang mustahil untuk disamakan

Dia yang....entahlah. ...

Dia
yang mana
siapa atau bahkan apa

Ubet

Balasan Duka Luka

Sunday, January 6, 2008

AMSAL SEBUAH GERIMIS

kawan makyun subuki
1;
manikmanik gerimis mengucur dari liang langit
menandai pergantian musim yang sangit
gadis mens pertama sehabis desah pada malam ke 365
membereskan rok dalam dan menghitung lunturan gincu
adalah jerit terompet raung knalpot histeria sengit

tangis gerimis adalah tumpahan resah seluruh cuaca
atas pesta petasan dan gigal tarian purba di atas panggung
sebuah monumen di pusat kota ngaceng ke langit muncrat kembang api
erangan mercon meledak keluar dari mulut seorang pejabat
adalah milyaran anggaran rakyat lingkap dalam sekejap

:huh sebuah pesta dungu dan fana

2;
maafkanlah mereka kasihanilah
petuah dan pepatah terpenjara dalam rak perpustakaan
kebajikan terperangkap di halaman album tua berdebu
masa depan begitu purba terselip di lipatan buku

dunia memang fana
apatah sebuah pesta
untuk itulah kita mencoba membangun keabadian
tersebab itulah dewadewa cemburu pada kita

: biarkanlah gerimis menggerbus kelampusan

Ciputat, 31 Desember 2007
Kamar Makyun, 00.00 WIB.
tangis gerimis dan erang kembang api pada pesta tahun baru

puisi oleh Hendri Yetus Siswono