Kan kusimpan suratmu yang itu
Bak pusaka yang sangat bermutu
Walau kita tak pernah bersua, sayang
Cukup sudah tandamu setia
Tapi sayang sayang sayang
S'ribu kali sayang
Kemanakah risalahku ku alamatkan
Terimalah jawabanku ini
Hanyalah doa restu Illahi
Mogalah dik kau tak putus asa, sayang
Moga kelak kita kan berjumpa
Tlah kuterima suratmu yang lalu
Penuh sanjungan kata merayu
Syair dan pantun tersusun indah, sayang
Bagaikan sabda fatwa pujangga
Tapi sayang sayang sayang
S'ribu kali sayang
Kemanakah risalahku ku alamatkan
Terimalah jawabanku ini
Hanyalah doa restu Illahi
Mogalah dik kau tak putus asa, sayang
Moga kelak kita kan berjumpa
Showing posts with label puisi kawan. Show all posts
Showing posts with label puisi kawan. Show all posts
Tuesday, January 18, 2011
Saturday, April 26, 2008
Satu Waktu hal yang paling kubutuhkan
Anda pernah berbalas puisi melalui email.. ada puisi menarik dari teman.
Ketika kau katakan
yang kau butuhkan
hanyalah segelas kopi, sebatang rokok dan sebuah buku.
untuk mengisi waktu senggangmu.
aku katakan kau begitu naif.
entah apa yang ada dalam pikiranmu
setelah kukatakan keinginanku.
tapi aku rasa
aku realistis
yang aku butuhkan
hanyalah
sepasang payudara dan sebuah vagina.
f.sal******@yahoo.com
Ketika kau katakan
yang kau butuhkan
hanyalah segelas kopi, sebatang rokok dan sebuah buku.
untuk mengisi waktu senggangmu.
aku katakan kau begitu naif.
entah apa yang ada dalam pikiranmu
setelah kukatakan keinginanku.
tapi aku rasa
aku realistis
yang aku butuhkan
hanyalah
sepasang payudara dan sebuah vagina.
f.sal******@yahoo.com
Saturday, March 8, 2008
tak pernah terbuka
tak pernah terbuka
tapi kau percaya?
percaya pada sesuatu yang belum pernah kau lihat
percaya pada sesuatu yang belum pernah terbukti
percaya pada sesuatu yang belum pernah tampak
pada sesuatu yang tertutup
apakah cukup bagi mata untuk percaya pada telinga?
salam
ubet
balasan dianya DIA
tapi kau percaya?
percaya pada sesuatu yang belum pernah kau lihat
percaya pada sesuatu yang belum pernah terbukti
percaya pada sesuatu yang belum pernah tampak
pada sesuatu yang tertutup
apakah cukup bagi mata untuk percaya pada telinga?
salam
ubet
balasan dianya DIA
tanda seru?
kebanyakan ras dari kita
ketika menyebut Dia
tidak akan pernah berani untuk gegabah
sebutan termanis selalu keharusan
menjadi panggilan yang menggelora
sebab Dia mewujud satu
dalam bahasa yang tunggal
tetapi aku akan sangat merasa berdosa
durhaka
dan terlalu bodoh dalam pelajaran
merasa hidup menjadi sia-sia
percuma
ketika aku hanya sanggup untuk menyebut
Dia dalam pengertianku
tanda seru?
ubet
balasan dianya DIA
ketika menyebut Dia
tidak akan pernah berani untuk gegabah
sebutan termanis selalu keharusan
menjadi panggilan yang menggelora
sebab Dia mewujud satu
dalam bahasa yang tunggal
tetapi aku akan sangat merasa berdosa
durhaka
dan terlalu bodoh dalam pelajaran
merasa hidup menjadi sia-sia
percuma
ketika aku hanya sanggup untuk menyebut
Dia dalam pengertianku
tanda seru?
ubet
balasan dianya DIA
Sunday, January 6, 2008
AMSAL SEBUAH GERIMIS
kawan makyun subuki
1;
manikmanik gerimis mengucur dari liang langit
menandai pergantian musim yang sangit
gadis mens pertama sehabis desah pada malam ke 365
membereskan rok dalam dan menghitung lunturan gincu
adalah jerit terompet raung knalpot histeria sengit
tangis gerimis adalah tumpahan resah seluruh cuaca
atas pesta petasan dan gigal tarian purba di atas panggung
sebuah monumen di pusat kota ngaceng ke langit muncrat kembang api
erangan mercon meledak keluar dari mulut seorang pejabat
adalah milyaran anggaran rakyat lingkap dalam sekejap
:huh sebuah pesta dungu dan fana
2;
maafkanlah mereka kasihanilah
petuah dan pepatah terpenjara dalam rak perpustakaan
kebajikan terperangkap di halaman album tua berdebu
masa depan begitu purba terselip di lipatan buku
dunia memang fana
apatah sebuah pesta
untuk itulah kita mencoba membangun keabadian
tersebab itulah dewadewa cemburu pada kita
: biarkanlah gerimis menggerbus kelampusan
Ciputat, 31 Desember 2007
Kamar Makyun, 00.00 WIB.
tangis gerimis dan erang kembang api pada pesta tahun baru
puisi oleh Hendri Yetus Siswono
1;
manikmanik gerimis mengucur dari liang langit
menandai pergantian musim yang sangit
gadis mens pertama sehabis desah pada malam ke 365
membereskan rok dalam dan menghitung lunturan gincu
adalah jerit terompet raung knalpot histeria sengit
tangis gerimis adalah tumpahan resah seluruh cuaca
atas pesta petasan dan gigal tarian purba di atas panggung
sebuah monumen di pusat kota ngaceng ke langit muncrat kembang api
erangan mercon meledak keluar dari mulut seorang pejabat
adalah milyaran anggaran rakyat lingkap dalam sekejap
:huh sebuah pesta dungu dan fana
2;
maafkanlah mereka kasihanilah
petuah dan pepatah terpenjara dalam rak perpustakaan
kebajikan terperangkap di halaman album tua berdebu
masa depan begitu purba terselip di lipatan buku
dunia memang fana
apatah sebuah pesta
untuk itulah kita mencoba membangun keabadian
tersebab itulah dewadewa cemburu pada kita
: biarkanlah gerimis menggerbus kelampusan
Ciputat, 31 Desember 2007
Kamar Makyun, 00.00 WIB.
tangis gerimis dan erang kembang api pada pesta tahun baru
puisi oleh Hendri Yetus Siswono
Subscribe to:
Posts (Atom)