daun bergoyang ditiup angin
mengajak bermain bersama di angkasa
meliuk diantara udara
bergembira sepanjang masa
walau suka hanya sementara.
di dunia fana ini
aku masih bersangsi
tentang mimpi
yang sampai saat ini
tak juga kuyakini
hanya kata kata bisu
yang selalu mengikatku
dalam rantai moral beku
aku percaya itu masalahku
permasalahan utama, ini dunia
bukan surga juga neraka
tidak pasti juga,
apa yang tertulis
karena kini masalahnya
siapa yang bertaruh paling besar
seperti bermain di bursa efek jakarta
menjadi spekulan,
sambil berharap margin tidak mentok
setiap detik menjadi berarti
karena katanya time is moni
kata siapaa ?
aku hanya bisa tertawa
pada semua kelucuan di dunia
masalah datang silih berganti
dan tiap detiknya selalu berarti
kau bisa berkata ya detik ini
kau juga bisa berkata tidak,
pada detik selanjutnya
tinggal siapa yang bertaruh paling besar
dan berharap margin tidak mentok!
dan sekali lagi
aku hanya bisa tertawa.
sampai nafas berhenti
dan mata terpatri
kembali pada daun
yang dipanggil angin untuk bermain
meliuk diantara udara
yang juga angin ternyata!
pandi merdeka nurdiansyah
18 November 2007 jam 1 malam
Saturday, November 17, 2007
Monday, October 15, 2007
Debu menyala Api Padam
tak ada api menyala kali ini
di sela periuk hitam bertangkai kayu
ibu-ibu kembali berteriak
di sela takbir membahana
bapak menangis di sela rintih
anak anaknya meminta..
ini dunia kejam bung
tak ada cinta
yang ada hanya nestapa.
maka aku mulai melupakan cinta
di sela nyerinya yang kini menikam dada
dia...selalu terbayang
tapi harus cepat ku lupakan
aku tak ingin menjadi penghalang
biarkan kulawan gelapnya malam
dengan sisa sinar yang ada di tubuhku
lalu terbakar habis bersama cita-cita
dan melayang menuju firdausnya
akan kuminta satu bidadari
yaitu kau...
selesailah sudah keinginan.
wajalnaaa
wajalnaaaa
laisa ana
walakinnahum
laisa ana.
ciputat 15 oktober 2--7
di sela periuk hitam bertangkai kayu
ibu-ibu kembali berteriak
di sela takbir membahana
bapak menangis di sela rintih
anak anaknya meminta..
ini dunia kejam bung
tak ada cinta
yang ada hanya nestapa.
maka aku mulai melupakan cinta
di sela nyerinya yang kini menikam dada
dia...selalu terbayang
tapi harus cepat ku lupakan
aku tak ingin menjadi penghalang
biarkan kulawan gelapnya malam
dengan sisa sinar yang ada di tubuhku
lalu terbakar habis bersama cita-cita
dan melayang menuju firdausnya
akan kuminta satu bidadari
yaitu kau...
selesailah sudah keinginan.
wajalnaaa
wajalnaaaa
laisa ana
walakinnahum
laisa ana.
ciputat 15 oktober 2--7
Subscribe to:
Posts (Atom)